Saturday, May 19, 2018

Back to (90s) School! - 5 Aktivitas Sekolah yang Identik dengan Tahun 90an

gambar dari sini
Tidak lengkap rasanya balik ke tahun 90an tanpa ngobrolin soal masa sekolah. Karena jujur saja, kenapa tahun 90an ini begitu terkenang banget, salah satunya karena para penghuninya masih duduk di bangku sekolah ya kan, masa-masa yang kayanya pengen rasanya diulang terus, kalau saja tidak ingat pe-er dan ulangan yang setumpuk lol.

Jadi ga salah kalau minggu ini saya dan mamah merah sepakat ngobrolin masa sekolah. Apa yang berkesan dari sekolah di tahun 90an? Ada beberapa hal yang mungkin sampai sekarang masih ada, cuma beda gaya aja misalnya contekan, tapi ada juga yang pastinya sudah berbeda sekarang dan dahulu kala.

Untuk saya sendiri, ada lima hal yang paling saya ingat ketika balik sekolah dulu kala. Lima aktivitas ini bikin saya kangen sekolah:

1. Kunti, RPUL, RPAL

Bukaaan, bukan kuntilanak. Serem pisan jaman sekolah saya kalau hanya dia yang diingat. Kunti serta kedua temannya, RPUL dan RPAL adalah buku wajib jaman sekolah. Kalau ketinggalan, rasanya dunia runtuh. Memang se-hiperbola itu saya saat itu.


Kunti atau tekun teliti adalah buku soal hits jaman SD dulu kala. Kalau beli di sekolah, lembar jawabannya sudah hilang. Pastikan beli di toko buku agar masih bisa dapat contekan jawaban, sampai-sampai semua soal berbagai agama bisa saya jawab lol. Sepertinya hampir semua sekolah mengandalkan Kunti saat itu, sehingga kalau sedang main dengan teman yang berbeda sekolah, pe-ernya pun sama.

Nah, kalau RPUL dan RPAL ini buku wajib pengganti ketiadaan Google dan Wikipedia dulu kala.


Masing-masing buku berfokus pada dua pengetahuan dasar, umum dan alam. Saat ini pun, yang mau mengenang masa lalu bisa membeli bukunya di sini. Walaupun banyak buku pengetahuan yang saat ini beredar, dengan ilustrasi yang lebih menarik, namun kedua buku ini tidak terlupakan dari sisi otentisitasnya. Makin lecek bukunya, tandanya makin pintar yang memiliki. Katanyaaaa....

2. Tukar-menukar biodata

Old school bangetssss... hahahahaa...
Lihat deh tulisan di sini, membahas tentang apa saja yang ngangenin dari nulis biodata di tahun 90an. Ada yang berbeda dengan menulis tangan secara langsung dengan mengisi melalui google forms seperti umumnya yang terjadi saat ini. Saat itu goresan tangan, bentuk tulisan serta warna-warni spidol dan hiasan yang menyertainya akan berbicara banyak tentang orang tersebut.

Ternyata, saya masih punya satu buku peninggalan masa SMP nih, semoga yang merasa nulis disini masih ingat apa saja yang ditulis ya. Lol.



3. Main Benteng

Mau bulan puasa sekalipun dimana ga melakukan apa-apa saja bikin capek, haus dan lapar, entah mengapa dulu tetap saja hobi main benteng.

Benteng, seperti tertulis di wiki, adalah permainan yang dilakukan oleh dua grup, dengan minimun empat orang sebagai anggota. Masing-masing grup akan memilih satu tempat sebagai markas mereka, bisa berupa tiang, batu, pilar atau kalau tidak ada juga, dapat membuat lingkaran di lantai dengan kapur. Tugas masing-masing grup adalah mempertahankan markas ini agar tidak diambilalih lawannya. 


Yang menarik dari bermain benteng adalah tawanannya yang bisa sampai berbaris-baris panjangnya. Mudahnya syarat permainan ini juga menjadikan benteng dapat dimainkan dimana saja, bahkan di jalan yang sempit seperti terlihat dari video di atas. Tujuan permainan ini bagus banget sebenarnya, tidak hanya fisik, namun juga bermain stategi dalam merebut markas lawan dan membebaskan tawanan.

4. Tukeran Stiker

Sebagai siswa tahun 90an, pasti tidak terlepas dari tukar-menukar stiker dengan bermacam album stiker. Perempuan dan laki-laki sama terserapnya dalam hobi ini.


Sampai sekarang pun masih ada album stiker Panini ternyata, pas dengan perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia, Panini mengeluarkan album stiker. Sedikit tambahan, mengikuti jaman pastinya, Panini pun menyediakan versi digital dari album stiker ini.

Nah, kalau yang cowok hobi banget dengan stiker Panini, versi sepakbola atau basket, maka yang cewek pilih stiker-stiker lucu dengan album stiker warna-warni.
Pasti ingat banget sama kata-kata ini stiker asli atau palsu ya? Kalau warna stiker di baliknya sama persis dengan bagian luar, nah stiker tersebut pasti asli. Entah teori darimana itu.

5. Ganti Baju Olahraga di Kelas

Apa yang terakhir paling saya ingat? GANTI BAJU MASAL DI KELAS.
Persis dengan cerita di sini, perkara ganti pakaian di kelas sebelum dan selepas kegiatan olahraga ini nampaknya masih menjadi budaya sampai sekarang. Padahal ada kamar mandi, terkadang lokasinya juga tidak terlalu jauh, tapi tetap lebih seru ganti pakaian di kelas haha.


Untung dulu ga ada cctv ya. Sedih banget anak-anak jaman now ya 🤭

Nah itu lima hal yang paling saya ingat kalau ngobrolin soal back to school dulu. Ada nostalgia lain yang lebih terasa untuk kamu kah?

Monday, May 14, 2018

Praktisnya Pakai L Point di Lottemart



Sebagai ibu-ibu masa kini, kata-kata diskon, promo, potongan harga serta hemat tentu masuk kamus utama panduan kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak heran apabila dompet para ibu-ibu banyak berisikan berbagai macam kartu anggota yang menawarkan poin. Biasanya, poin-poin ini nantinya dapat ditukar dengan berbagai macam hadiah.

Salah satu kartu anggota yang saya miliki adalah kartu L.Point. Kartu L.Point adalah kartu anggota dari jaringan Lotte Group di Indonesia. Sebagai pengunjung tetap Lottemart Wholesale (LW) yang berlokasi dekat dengan tempat tinggal saya, memiliki kartu anggota secara alami saya miliki. Alasan utamanya, tentu saja karena berbelanja di LW memerlukan kartu anggota sebagai syarat pembayaran.

Nah, sebenarnya selain LW, saya jarang mengunjungi area lain dari Lotte. Tempat bekerja saya sekarang, cukup jauh dari Lottemart terdekat. Sehingga ketika saya berkunjung ke Lottemart di Apartemen Green Pramuka, cukup terkejut juga melihat L.Point saya cukup banyak dan dapat dipotong untuk berbelanja.

Bagaimana bisa? 
Sebenarnya apa sih L.Point itu?


Kita coba jawab satu-satu ya.

L.Point sendiri adalah poin yang didapat setiap pelanggan berbelanja di salah satu jaringan Lotte group di Indonesia. Afiliasi Lotte Group di Indonesia ada tujuh, yaitu Lotte Wholesale (Grosir), Lottemart (retail/supermarket), Lotte Shopping Avenue (departement store), Angel in Us (kafe), Lotteria (tempat makan), iLotte (online shop) dan Lotte Duty Free. Banyak juga ya, setiap kebutuhan manusia nampaknya terwakili oleh afiliasi yang berbeda. Lol.

Untuk mendapatkan poin, pelanggan diharuskan mendaftar terlebih dahulu di salah satu gerai di atas. Seperti diceritakan sebelumnya, saya sendiri mendaftar di Lottemart Wholesale saat membuat kartu L Point. Syaratnya cukup mudah kok, selama telah memiliki kartu tanda penduduk (ktp), siapapun bisa melakukan pendaftaran. Pelanggan tinggal menuju konter informasi dan mengisi formulir pendaftaran, nanti kartu langsung selesai.

Kartunya berwarna hijau telur asin (atau biru telur asin? atau itu warna tosca?). Kurang lebih  bentuknya seperti di bawah ini. Maafkan muka yang ikutan eksis.


Nah, keheranan saya terkait poin saya yang cukup banyak, terjawab di sini. Ternyata, setelah menjadi anggota dan memiliki kartu anggota, kartu fisik ini tidak terlalu banyak fungsinya. Sebelum melakukan pembayaran, setelah selesai berbelanja di salah satu afiliasi Lotte, pelanggan tinggal menyebutkan nomor telepon saja untuk mendapatkan poin atau potongan harga. Suami saya termasuk pelanggan setia Lottemart di dekat warung kopinya, dan saat berbelanja dia selalu menyebutkan nomer ponsel saya. Cukup mudah ternyata, ya. Soalnya kalau harus menghapal nomor atau membawa kartu anggota kemana-mana, pe er juga kan ya.

Cara mudah lainnya, L.Point sudah memiliki aplikasi mobile ternyata. Disini, pelanggan dapat melihat sejarah semua transaksi yang pernah dilakukan, termauk poin-poin dan potongan yang pernah didapat. Melalui aplikasi mobile ini saya bisa melihat semua poin yang rata-rata saya terima dari hasil belanja suami saya, lol.


Aplikasi L.Point sudah tersedia baik di Play store maupun App Store. Saat melakukan registrasi awal, jangan kaget apabila kita memiliki nomor anggota yang berbeda dengan kartu anggota fisik. Saya tidak terlalu memedulikan dual nomor anggota ini, karena saya memakai aplikasi lebih untuk melakukan pengecekan poin. Oh iya, sedikit downside, loading aplikasi ini cukup lambat. Sepertinya karena tampilannya yang berat.

Plus minus sih sebenarnya perkara tampilan. Semua informasi merchants yang bekerja sama dengan Lotte Group, berikut dengan logo setiap merchants, ada di dalam aplikasi. Tidak heran hal ini membuat aplikasi bekerja cukup berat ketika membuka. Tidak hanya sebagai kartu belanja, L.Point juga menawarkan potongan harga di banyak merchants yang bekerjasama dengannya. Kurang lebih ada sekitar 150 merchants, seperti restoran, hotel, taman bermain sampai salon. Informasi lengkap lainnya soal L.Point dapat ditemukan dengan follow Facebook Page-nya di sini.

Kembali ke cerita berbelanja saya akhir pekan lalu, Lottemart, seperti layaknya supermarket lainnya di akhir pekan, dipenuhi dengan pelanggan.

Salah satunya, tentu saja, karena promo yang bertebaran. Pas banget momennya, menjelang bulan puasa pula.



Promo koran. Promo flyer. Promo katalog. Lengkap ada semua di Lottemart.

Salah satu yang menyenangkan dari Lottemart memang promonya. Mereka sering melakukan bundling product dengan harga yang jauh lebih murah, dibandingkan dengan membeli produknya satu-satu secara terpisah. Salah satu yang juara adalah paket sembako, dengan kurang lebih seratus ribu rupiah, sudah mendapatkan beberapa macam barang sekaligus. Kemarin saya juga menemukan sudah tersedia paket dalam kontainer plastik, mulai dijual. Lumayan banget nanti sebagai bekal hantaran Lebaran atau untuk dibawa pulang kampung, misalnya. Efektif dan efisien.



Selain promo, pojok jajanan yang dimiliki Lottemart juga semakin menggoda. Makin banyak pilihan. Tahu banget setelah berputar mengelilingi lorong-lorong belanjaan, pasti lelah menanti, berujung dengan lapar dan haus.

Satu hal lainnya yang saya suka dari Lottemart, sebagai emak-emak, tentunya pilihan troli.


Bermodalkan meninggalkan ktp di dekat pintu masuk, troli dengan model mobil-mobilan ini lumayan bikin bocah anteng. Sehingga orangtuanya dapat leluasa berbelanja. Walaupun area keranjang belanja jadi terbatas, dibandingkan dengan troli biasa, tapi membuat bocah anteng selama periode belanja adalah salah satu pilihan terbaik yang akan diminta orangtua manapun. Setidaknya ada distraksi kecil untuk bocah selama orangtuanya berbelanja, dibandingkan mengacak-acak rak belanja kan. Lol.

Nah, aspek ktp yang ditinggalkan untuk meminjam jenis troli ini, sedikit mengganggu saat proses pembayaran di kasir menggunakan L.Points. Sekecil apapun poin yang telah dikumpulkan dalam L Point, dapat digunakan sebagai alat pembayaran, bahkan langsung dihabiskan sekaligus. Pelanggan tinggal menunjukkan kartu anggota, baik fisik atau aplikasi ponsel, saat melakukan pembayaran. Nah ternyata selain kartu anggota, ktp juga diperlukan sebagai bukti pencatatan. Minor gangguan sebenarnya untuk saya yang selalu memiliki copy ktp di ponsel saya, namun untuk yang tidak memiliki copy ktp, hal ini bisa jadi mengganggu.

Oh ya, patut diingat setiap bulannya, akan terdapat poin yang hangus. Melalui aplikasi ponsel, pengecekan berapa poin yang akan hangus, dapat dengan mudah dilakukan. Sehingga strategi menghabiskannya pun bisa cepat diciptakan, gerai Lotte mana yang harus dikunjungi segera. Haha.

So, selamat berbelanja dengan L.Points dan menikmati beragam kemudahannya.


Sunday, May 13, 2018

90s Teen Flicks - Why Scream & Beverly Hills 90210 Matters



Setelah melewati bacaan dan musik, minggu ini saya dan winda bakalan ngobrolin film, baik film layar lebar maupun serial televisi. Visualisasi yang memadukan keindahan kisah dengan musik yang menyentuh, membuat film dari tahun 90an tidak terlupakan sampai sekarang.

Cerita-ceritanya tergolong simpel, terkadang malah klise, namun hal itu nampaknya yang membuat film-film ini susah dilupakan. Ada dua film yang membawa banyak perubahan di era 90an.

Yang pertama, tentu saja:

BEVERLY HILLS 90210


Siapa yang otomatis bersenandung mendengarkan opening song di atas?

Mendengarkan lagu latar di atas membuat kenangan langsung terbawa ke kehidupan saudara kembar Walsh bersaudara, cinta segitiga Brenda-Dylan-Kelly yang pelik, kisah kasih David dan Donna yang sungguh lugu serta tentunya, gaya hidup hedonis para siswa West Beverly High School ini.

Serial drama besutan Aaron Spelling ini menjadi pioneer lahirnya serial remaja sejenis, yang mengedepankan kisah kehidupan anak sekolah dan masalah yang melingkupinya. Beberapa serial yang cukup populer mengikuti jejak Beverly Hills (BH) 90210 kemudian adalah Saved by the Bell, Dawson's Creek sampai The OC. Untuk Aaron Spelling sendiri, ini adalah awal kejayaan dirinya sebagai produsen film. Bagaikan Raam Punjabi pada masanya, tahun 90an tidak lengkap tanpa serial yang diproduseri Aaron Spelling. Selain BH90210, serial lain yang terkenal berkat tangan dinginnya antara lain Melrose Place, Sunset Beach, 7th Heaven dan Charmed.

Ada beberapa hal yang membuat BH 90210 dapat dianggap sebagai tonggak penting serial drama remaja di tahun 90an. 

ISU KONTROVERSIAL


BH 90210 keluar di awal tahun 1990an dan membawa banyak isu penting yang jarang diceritakan sebelumnya. Salah satu yang menjadi kontroversi adalah seks bebas. Ironisnya, isu ini justru mengangkat serial ini ke puncak popularitas. Episode terakhir musim pertama mengisahkan Brenda yang kehilangan keperawanannya. Episode ini menjadi titik balik bersinarnya serial ini. Memasuki musim kedua, serial ini sudah memancarkan sinar kepopulerannya ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Anomali dengan kisah Brenda, karakter wanita lainnya, Donna bersikeras mempertahankan keperawanannya selama di bangku sekolah. Memiliki pacar yang cukup lama berhubungan, Donna digambarkan sebagai gadis lugu yang terlihat out-of-place dalam lingkup West Beverly Hills. Beragam kepribadian karakter perempuan bertambah dengan munculnya Valerie Malone yang dekat dengan obat-obatan dan hobi merokok ganja.

Isu lain yang disentuh penggunaan senjata dan bunuh diri. Scott Scanion digambarkan bermain-main dengan pistol di satu pesta dan pistol tersebut meledak mengenai dirinya. Satu kejadian tragis di tengah-tengah suasana pesta yang gegap gempita. Kisah lainnya adalah upaya bunuh diri yang dilakukan Valerie dengan berusaha melompat ke jalan raya. Usaha ini akhirnya berhasil digagalkan Brandon.

Keberanian BH 90210 mengangkat isu-isu diatas, ditambah perkara adopsi, diskriminasi ras sampai perceraian membuat cerita berwarna. Aaron Spelling dan Darren Starr, penulis skenario, cukup berani mengeluarkan berbagai jenis isu yang masih tabu dibahas di tahun 90an. Tentunya ini membuat BH 90210 benar-benar menjadi pioneer sejati.

LAGU LATAR YANG PENUH KENANGAN


Saving Forever with You dan The Right Kind of Love adalah dua lagu yang membawa ketenaran luar biasa untuk penyanyinya, Shanice dan Jeremy Jordan. Kemunculan keduanya dalam album soundtrack ini membawa kepopuleran drastis. Keduanya bahkan membuat musik video untuk lagu mereka dengan latar belakang siswa-siswa West Beverly Hills ini.

Selain membantu ketenaran sang artis, BH 90210 juga membawa tren baru dalam dunia serial untuk memiliki album soundtrack. Berbeda dengan film layar lebar, tidak banyak serial drama saat itu yang mengeluarkan album soundtrack. BH 90210 mengubahnya dan mengajak musisi-musisi yang belum memiliki nama untuk bekerja sama. Dengan idealis yang sama, Aaron Spelling mengajak musisi muda yang tidak memiliki nama untuk mengisi album ini, sama pola dengan pemilihan para pemain dramanya. Tidak ada satu pun aktor dan aktris yang telah memiliki nama sebelum bergabung dengan produksi serial ini. Sekali lagi, Aaron Spelling menciptakan tren.

KISAH CINTA SEGITIGA YANG MEMBUAT PENASARAN

gambar dari sini
Kisah cinta segitiga tidak akan pernah mati dibahas. Anak 90an pasti pernah dihadapkan pada pertanyaan: pilih Dylan & Brenda atau Dylan & Kelly? Pecinta BH 90210 akan mati-matian mendukung Dylan dan Brenda, seperti tergambar di polling di sini

Kisah mereka bertiga benar-benar jadi pusat cerita sepanjang sembila musim serial ini ditayangkan. Kedua sahabat, Kelly dan Brenda, yang sama-sama jatuh cinta pada bad boy penyendiri, Dylan McKay. Tokoh Dylan sendiri awalnya hanya akan muncul beberapa episode awal saja, namun kembali, kejelian seorang Aaron Spelling melihat potensi karakter Dylan yang dapat dikembangkan, membuat ia bertahan sampai akhir. 

Resep cinta segitiga ini bertahun-tahun kemudian juga mengantar serial lain, Dawson's Creek, mendapatkan popularitas yang sama. Salah satu serial Aaron Spelling lainnya yang menyasar pasar dewasa, Melrose Place, juga mengemas cinta segitiga dalam banyak kisah. Hampir semua hubungan  cinta dalam serial ini memiliki bumbu kisah cinta segitiga, baik itu kisah cinta Alison/Billy/Amanda yang fenomenal atau Kimberly/Michael/Sydney yang bikin geregetan. Resep kisah cinta yang tidak akan pernah mati untuk digarap. BH 90210 mengemasnya dengan indah.

Sedikit fun facts tentang serial ini bisa ditemukan di sini. Lumayan membawa kita kembali duduk di layar RCTI saat minggu sore.

---

Beranjak ke film layar lebar, ada satu film yang mendobrak pakem teen flicks di tahun 90an. Sebelumnya, kisah percintaan masih merajai film-film remaja yang beredar di medio tahun 90, sebelum film ini hadir dan memunculkan fenomena baru.

gambar dari sini

Topeng putih dengan wujud yang terinspirasi dari lukisan Edvard Munch, jubah hitam panjang serta pisau belati bertahan bertahun-tahun sebagai ikon salah satu film horor paling fenomenal di tahun 90. Dilengkapi dengan dering telepon serta kata-kata ikonik: 'do you like scary movies?'

SCREAM (1996) membawa angin segar dalam industri film remaja kala itu. Kepiawaian Wes Craven mengolah film ini membawa Scream menjadi satu komoditas sendiri. Intrik misteri, horor dan sedikit kisah cinta masuk ke dalamnya. Film ini mencatat penghasilan yang luar biasa besar, salah satu film dengan penghasilan terbesar di tahun 1996 dan sampai saat ini dikenal sebagai film horor dengan genre slasher dengan penghasilan kotor terbaik di dunia. Slasher adalah genre film horor dimana pemeran utamanya adalah wanita atau remaja yang mengalami sayatan dengan pisau atau silet.

Kesuksesan Scream berlanjut menjadi saga yang terkenal hingga empat bagian. Sekuel keduanya mengalami nasib yang tidak kalah dengan seri pertama. Ceritanya kuat dengan plot twist yang sama tak terduganya. Kombinasi cemerlang Neve Campbell, Courtney Cox dan David Arquette adalah salah satu resep utama kesuksesan. Sayang, sekuel ketiga dan terakhir, yang rilis di tahun 2011, tidak mengalami kesuksesan yang sama. Scream 3 malah dianggap sebagai salah satu film horor terburuk yang pernah ada. 

Apapun juga, Scream membangkitkan fenomena baru dalam teen flicks di era 90an. Film-film remaja dengan sentuhan horor dengan bumbu cinta merajalela. Salah satunya yang cukup terkenal adalah I Know What You Did Last Summer, Idle Hands dan Final Destinations yang sukses memiliki sekuel. Selain kedua film di atas, film lepasan lain yang mengusung genre yang hampir mirip adalah The Craft dan The Faculty.

Ada beberapa faktor yang membuat Scream sukses dan menjadi ikon film remaja di tahun 90an:

MENDOBRAK MAINSTREAM


Ketikkan 90s teen movie, atau 90s teen drama atau sejenisnya pada mesin pencari dan kurang lebih gambar-gambar di atas akan didapatkan.

Pakaian trendi, kisah laki-laki dan perempuan, persahabatan geng cewek-cewek, populer atau nerd, dan sejenisnya adalah gambar yang akan mendominasi muncul. Tidak salah, karena seperti itu lah yang tergambar dalam film remaja tahun 90an.

Berbeda dengan Scream, seperti disebutkan artikel ini, ini dan ini yang sama-sama menasbihkan Scream sebagai film yang pantas disebut klasik. Sejajar dengan sebangsa Titanic dan The Matrix. Scream mampu mendobrak pakem cerita remaja yang berputar pada masalah cinta, persaingan si populer dan tidak atau seluk beluk pesta prom. Scream membawa penonton masuk ke alam cerita yang sama, namun dengan sentuhan berbeda. Pesta dan kisah cinta ada, persaingan kasta di sekolah pun tersedia, namun bukan itu fokusnya. 

Perbedaan fokus ini yang membuat Scream istimewa.

PLOT-TWIST YANG TIDAK TERDUGA

gambar dari sini

Semua orang adalah tersangka.

Walaupun ini adalah aturan tidak tertulis dalam semua film horor apapun juga, tetap saja susah mengelakkan aspek ini dalam Scream. Semua orang tampak mencurigakan, siapa sebenarnya pelakunya. 

Aturan kedua dalam film horor yang berlaku adalah, mencurigai seseorang yang kelihatannya paling tidak mungkin melakukannya. Still, susah banget, karena balik lagi ke aturan pertama. Semua orang mencurigakan.

Penonton dibawa menikmati film ini hingga selesai dan tercengang dengan akhir kisah yang tidak diduga-duga. Sungguh hanya kejeniusan luar biasa yang mampu menuliskan cerita yang tidak terpikirkan ini. Kalaupun kita benar mengira-ngira siapa pelakunya, kita akan susah mencari tahu motif di belakangnya. Untuk hal ini, Scream juara. I Know What You Did Last Summer coba mengikuti jejak ceritanya, namun menurut saya hasilnya masih jauh.

NEVE CAMPBELL

gambar dari sini

Faktor utama, selain Wes Craven tentunya.
Akting Neve yang awkward salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan film ini. Hubungan keduanya sama-sama menguntungkan. Scream membawa Neve membintangi banyak film tahun 90an yang cukup ikonik juga, seperti Wild Things dan membintangi serial Party of Five.

Tanpa Scream, Neve bukan siapa-siapa.
Namun tanpa Neve, Scream juga tidak menjelma menjadi film dengan penghasilan tinggi dan dianggap klasik.

---

Dua film di atas membuat tahun 90an terasa berbeda. Walaupun kalau boleh jujur, saya lebih menyukai I Know What You Did Last Summer (IKWYDLS) daripada Scream dan lebih suka Zack Morris dari Saved by the Bell (SbtB) daripada Brandon Walsh BH 90210. Namun saya mengakui, baik IKWYDLS maupun SbtB sangat dipengaruhi oleh kedua film di atas.

BONUS

Ada film lainnya yang cukup kuat pengaruhnya di tahun 90an, salah satu film favorit sepanjang masa saya, yaitu Clueless.

Clueless membawa semua hal yang trendi di tahun 90an dalam satu film. Gaya bicara, ungkapan kata, cara berbusana dan semua hal lain yang membuat saat menontonnya akan serentak berkata: 90an banget!

Seperti tertulis di sinisini, sini dan sini, semua situs tersebut menempatkan Clueless di peringkat pertama daftar 90s teen flick paling memorable. Saya menyukai Alicia Silverstone karena film ini.

Lihat cuplikan di bawah ini untuk melihat bagaimana Alicia sangat menjiwai karakter Cher Horowitz  dan menyebutkan banyak ungkapan khas tahun 90an.


Oh ya, film ini juga dibuatkan serial televisinya. Walau banyak yang mengecam dan menganggap serial teve-nya sebagai pelecehan terhadap film layar lebarnya, seperti diungkap di sini, saya sendiri lebih menyukai serialnya. Mungkin karena saya bisa lebih rutin menontonnya ya haha. Karakter Cher di serial memang kurang hidup, Alicia Silverstone membuat standar yang sangat tinggi dalam memerankannya, namun menurut saya cukup untuk sebuah serial teve. 

---

Masih banyak lagi teen flicks kesukaan saya dari tahun 90an, gambar berikut menggambarkan semua film favorit saya dari tahun 90an.



Semoga sedikit cerita ini membawa kamu mengingat berbagai film remaja seru di tahun 90an ya.
Mau lihat sisi lain dari 90s teen flicks? Cek postingan Winda di sini.


Wednesday, May 2, 2018

Review: I Can See Your Voice: Penyanyi Asli atau Palsu, Bisakah Dibedakan?


gambar dari sini

Acara variety show asal Korea Selatan sungguh kesukaan saya. Mungkin sudah banyak yang familiar dengan Running Man, Infinity Challenge atau Weekly Idol. Ketiganya sudah cukup lama tayang dan memiliki banyak penggemar berat, tidak hanya di Korea namun secara internasional. Namun kali ini bukan tiga acara tersebut yang mau saya ceritakan, tapi satu acara yang tahun ini sudah memasuki musim kelima, I Can See Your Voice (ICSYV)

Sebagai penggemar berat musik Korea, acara-acara yang berhubungan dengan musik tentu favorit saya. Salah satu kegemaran saya menonton Immortal Songs atau King of Masked Singers, dimana penyanyi asli tampil membawakan lagu dengan jenis musik yang berbeda dari genre asli mereka. Acara reality show pencarian bakat seperti Produce 101, The Unit, Superstar K, the Voice of Korea atau Unpretty Rapstar juga menarik minat saya. Namun, kesemua acara tersebut sungguh kental nuansa musikalitasnya, sehingga ICSYV membawa sensasi yang berbeda.

Memiliki tiga host, dua di antaranya berbakat komedian, tidak heran apabila ICSYV kental dengan nuansa komedi. Yoon Se Yeon adalah komedian berbakat Korea, sementara Leeteuk walaupun berprofesi sebagai penyanyi, namun terkenal sebagai pembawa acara teve yang lucu. Host ketiga, Kim Jong Kook, adalah penyanyi solo dengan suara indah dan kepribadian yang khas. Harmoni ketiganya berpadu dengan panelis yang disebut tone-deaf detective team, berpadu menciptakan acara yang sangat menghibur.

Tujuan dari acara ini adalah mengenali mereka yang tidak dapat menyanyi (memiliki suara sumbang-tone deaf), mengeliminasinya seawal mungkin agar di akhir acara, hanya penyanyi yang memiliki suara yang benar-benar merdu yang bertahan. Penyanyi ini nantinya akan berduet dengan bintang tamu yang datang ke acara ini. Tugas bintang tamu, dengan arahan mc dan panelis (walaupun terkadang menyesatkan), adalah menentukan siapa yang tereliminasi dan bertahan. Terdapat tujuh peserta dalam setiap acara yang harus dikenali bintang tamu. Penyanyi yang memiliki nada sumbang bisa satu, bisa lima, tidak terduga. Momen menebak-nebak ini menambah keseruan acara.

Acara dibagi dalam beberapa tahap berikut:

Sesi 1 - Dua profil yang membingungkan


Terlihat pada gambar di atas, profil yang diberikan oleh acara ini. Akan terdapat dua profil pada setiap peserta. Profil pertama, sebelah kiri: apabila ia penyanyi yang memang memiliki suara merdu, ia aslinya adalah seorang Miss Korea. Profile kedua, sebelah kanan: apabila ia memiliki suara sumbang, ia sebenarnya seorang penari perut. Bintang tamu harus menebak kira-kira profil mana yang cocok dengan penampilan peserta. Hanya berbekal dari profil ini.

Sesi 2 - Lipsync dengan lagu yang sama


Melalui satu lagu, peserta di panggung (sebelah kiri) akan adu lipsync dengan peserta yang berbeda di layar (sebelah kanan). Bintang tamu harus mengira-ngira, peserta mana yang memiliki suara tersebut? apakah peserta yang hadir atau peserta di layar? Apabila peserta yang hadir terlihat lebih sesuai, berarti ia adalah penyanyi asli. Apabila nampaknya penyanyi di  layar lebih sesuai dan menghayati, maka peserta yang hadir adalah penyanyi palsu.

Sesi 3 - Pembelaan dari panelis




Para panelis akan melakukan pembelaan terhadap peserta yang tersisa. Mirip seperti keadaan di pengadilan, bintang tamu boleh menanyakan satu pertanyaan dan panelis akan memberikan jawaban. Bintang tamu harus benar-benar menganalisis jawaban yang diberikan panelis. karena mereka bisa saja berbohong. Atau sebaliknya, berbicara benar namun tidak nampak meyakinkan.

Sesi 4 - Tersisa dua peserta




Di sesi terakhir ini, hanya akan tersisa dua peserta yang harus dipilih bintang tamu. Peserta terakhir yang dipilih akan duet bersama bintang tamu. Apabila peserta yang terpilih benar memiliki suara merdu, ia akan mendapatkan kontrak rekaman untuk mengeluarkan album. Apabila sebaliknya, peserta akan mendapatkan hadiah uang.

Sesi yang tak kalah seru sekaligus mendebarkan adalah STAGE OF TRUTH, dimana peserta yang tereliminasi akan naik ke atas panggung dan menunjukkan talentanya.


Bintang tamu dan panelis serta MC bisa terkejut apabila ternyata mereka salah memilih peserta yang tereliminasi seperti di atas,



Atau bernapas lega karena memang benar yang terpilih si tone-deaf hahahah

Kemudian, moment of truth terakhir juga mendebarkan...
Saat-saat bintang tamu akhirnya berduet dengan peserta pilihan mereka.


APAKAH HAPPY ENDING 😍😍😍😍


ATAUKAH TRAGIS 😂😂😂😂😂🤣🤣🤣

Tertarik menonton? Bisa cek di sini atau sini untuk nonton yang sudah ada sub-nya dan siap2 tertawa terpingkal-pingkal atau terpesona luar biasa.

***

tulisan ini dibuat berdasarkan 30 hari prompt menulis blog oleh twitter KEB dari sini.
prompt #2 review buku/film/apapun

Saturday, April 28, 2018

90s BATTLE: THE SO-CALLED BRIT INVASION

gambar dari sini

Ngobrolin tahun 90an tentu tak akan lengkap tanpa musik! Terlalu banyak musik keren berasal dari era ini. Sehingga pas banget rasanya kalau saya dan mamah merah memutuskan ngobrolin topik ini. Musik jenis mana yang bakal diobrolin juga sempat bikin pusing, banyak musik bagus, semua mau diobrolin. Huhu. Tapi, akhirnya kita sepakat juga ngobrolin topik BRITISH INVASION ini.  Cerita winda dapat ditemukan di sini.

a phenomenon that occurred in the mid 60s when a group of 'rock n roll' and 'pop music' acts from the United Kingdom, as well as other aspects of British Culture, became popular in the USA.
definisi dari Collins Dictionary

Invasi Inggris secara umum mengacu pada merambahnya musisi dari Kerajaan Inggris ini ke pasar musik Amerika Serikat di dekade tahun 60an. Bukan hanya merambah dalam hal memasuki industri musik USA, namun juga masuk dalam tangga lagu Hot 100 Billboard, tangga lagu terpopuler di dunia. Tren ini tentu dimulai dari sang legenda, The Beatles, sebagai pelopor. Musisi yang melakukan invasi tidak hanya yang berasal dari tanah Inggris, tapi juga koloni di sekitarnya, yaitu Skotlandia dan Irlandia.

Apabila dibagi per era. dapat dikelompokkan ke dalam empat dekade besar, seperti disarikan dari sini







Pada tahun 90an sebenarnya masa kejayaan musisi Inggris mulai menurun, tapi pada saat bersamaan grup musik yang ikonik pun muncul dan menjadi salah satu tonggak penting era 90an. Tidak lengkap membicarakan musik 90an tanpa mereka di dalamnya. Beberapa artikel di sini dan sini membicarakan mengenai pergerakan dari invasi para musisi UK tersebut ke USA. Walaupun lebih sedikit musisi di era 80 dan 90an yang melakukan invasi dibanding dua dekade sebelumnya, namun dampaknya lebih besar sehingga layak disebut Second British Invasion.

Menurut saya, satu hal yang membuat musisi tahun dari tahun 80 dan 90an ini demikian khas dan mencolok, yaitu;



Awal tahun 80-an adalah kemunculan dari stasiun musik paling fenomenal yang pernah ada. Apabila stasiun televisi pada umumnya berisikan berbagai macam hal seperti berita, musik, drama dan film kartun dari berbagai macam topik seperti politik, hiburan, edukasi, anak-anak dan sebagainya. MTV hadir seperti angin segar. Stasiun televisi ini hanya menyiarkan segala hal tentang musik, terutama video musik. 24/7! Artikel ini dan ini menceritakan hal tersebut. 

"...the power of the video on MTV overwhelmed the importance of the music." (CBS, 2013)
"During the station's early days they relied heavily on video-savvy British acts to fill airtime." (The Guardian, 2011)

Salah satu kampanye terbesar dan terbaik MTV sepanjang masa adalah I WANT MY MTV, dimana MTV berhasil membuat calon penonton untuk memaksa TV kabel langganannya memasukkan MTV sebagai salah satu channel televisi pilihan. Pada iklan yang ditayangkan, banyak musisi UK yang masuk menjadi bagian dari kampanye ini. MTV memadukan kampanye dan rasa haus penonton akan musik berkualitas. 

Secara spesifik, era 90an dianggap sebagai periode Cool Britannia, dimana ini adalah masa peningkatan kebanggaan akan budaya Inggris pada tahun 1990an, terinspirasi oleh budaya pop tahun 1960. Hal ini terjadi karena kesuksesan para musisi di tahun 90an ini membawa optimisme tersendiri bagi masyarakat Inggris setelah tahun-tahun dunia musik penuh gejolak yang terjadi di era 70 dan 80an.

Jadi sangat wajar rasanya kenapa musik yang dihasilkan para musisi Inggris pada masa itu, dianggap sebagai bagian dari tonggak penting dunia musik tahun 90an.

Siapa saja sih musisi dari generasi invasi kedua UK ini yang saya pilih sebagai perwakilan terbaik? Tanpa mereka, tahun 90an saya terasa sepi dan hambar.

Tanpa urutan atau ranking tertentu, berikut musisi-musisi favorit (serta lagu terbaik mereka menurut saya) yang mewakili generasi tersebut. Lagu-lagu di bawah ini juga masuk dalam jajaran lagu BritPop terbaik versi Paste Magazine di sini.

ASH - GIRL FROM MARS



You'll never go wrong with handsome vocalist with colored paint all over his body and sexy accent! 

Lagu ini adalah lagu terbaik yang pernah dikeluarkan Ash dan pernah menjadi nada sambung di kantor NASA. Album 1977 dianggap sebagai salah satu dari 500 album terbaik sepanjang masa oleh NME. NME terdiri dari kumpulan jurnalis dan kritikus musik Inggris. 

Berasal dari Irlandia, seperti pendahulunya The Cranberries dan U2, Ash juga banyak membawakan musik dengan lirik yang kental akan isu-isu sosial. Salah satu masa terbaik mereka ketika gitaris wanita, Charlotte Hatherley, bergabung dengan mereka di medio 1998.

BLUR - SONG 2



Blur adalah salah satu band favorit saya, dan susah rasanya memilih lagu yang paling berkesan dari mereka. Pertama kali mendengar mereka melalui lagu-lagu dari album Parklife, salah satu album terbaik mereka imo. Girls&Boys adalah satu lagu yang cukup berkesan untuk saya, baik dari sisi musikalitas maupun video musik. Suara Damon Albarn, sang vokalis utama, yang terkesan malas-malasan saat menyanyi menjadi satu magnet tersendiri. Walaupun favorit saya Alex James, tapi sex appeal-nya Mas Damon ini emang tinggi. 11-12 lah sama Jude Law.

Song 2 sendiri adalah single andalan dari album kelima mereka yang juga self-titled nama band mereka, Blur. Album dengan self-titled biasanya adalah debut album, sebagai upaya untuk menjual nama penyanyi itu sendiri, namun berbeda dengan beberapa penyanyi di tahun 90an. Tidak banyak dari musisi UK ini melakukan hal serupa, kalaupun ada, seperti Blur, melakukannya setelah punya nama dan sebagai upaya eksistensi diri di pasar. Musisi seperti Pulp, Coldplay dan Oasis tidak memiliki self-titled album sampai saat ini. 

Lagu Song 2 ini sungguh khas dengan teriakan WOO-HOO yang disuarakan Albarn. Hampir sama berkesannya dengan senandung NA NA NA NA dalam lagu Charmless Man, tapi beda power saja. Keunikan lain dari lagu Song 2 adalah durasinya yang tergolong pendek, hanya sekitar dua menit. Lebih mirip durasi intro album daripada lagu utama. Lagu ini juga masuk dalam materi promosi Piala Dunia 1998.

DODGY - GOOD ENOUGH



Dari semua musisi yang tertulis di sini, Dodgy mungkin yang paling kurang terdengar namanya. Mereka memang tertutup bayang-bayang kesuksesan musisi Inggris lainnya. Salah satu penyebabnya, tidak banyak material musik mereka yang dapat digolongkan sukses. Good Enough adalah satu-satunya single mereka yang berhasil masuk ke jajaran Top 5 tangga lagu UK.

Lagu ini kembali terkenal di tahun 2018 ini oleh para fans klub Sepakbola Liverpool FC. Mereka melakukan re-work pada lirik lagunya untuk memberikan apresiasi pada striker Muslim asal Mesir klub tersebut, Mohamed Salah. Kreasinya dapat dilihat di sini

SUEDE - BEAUTIFUL ONES



Salah satu band yang memiliki ke-khas-an lainnya adalah Suede. Banyak musisi yang menyebutkan grup band ini memengaruhi musik mereka, dan bahkan menobatkannya sebagai salah satu band terbaik tahun 90an. Manic Street Preachers, salah satu musisi berpengaruh dari tahun 90an lainnya, melakukan rekam ulang salah satu lagu Suede, Drowners, untuk single pada b-side album mereka.

Oh, satu yang penting, tentu menurut saya lah ya, Brett Anderson is aging marvelously. Out of all vocalists from the 90s Britpop era, he's still super handsome nowadays! Brett baru saja mengeluarkan memoar kisah hidupnya awal tahun ini yang bertajuk Coal Black Mornings. Sepenggal kisahnya dapat ditemukan di sini. Lucunya, dia tidak pernah berharap jadi front-man suatu band. 

PULP - DISCO 2000



Berdiri di tahun 1978, grup ini sebenarnya lebih cocok masuk ke era 70 atau malah 80an. Namun, karena masa-masa terbaik grup ini ada di medio 1994-1996, maka mereka masuk ke aliran tahun 90an. Musik Pulp sedikit berbeda dengan angkatan musisi Inggris lainnya, karena nuansa disko yang cukup kental. Mereka adalah satu dari Empat Besar Britpop  masa itu, bersanding dengan Oasis, Blur dan Suede.

Beberapa lagu Pulp cukup menjadi icon tahun 90an, terutama Common People, yang terpilih oleh survei yang diadakan BBC sebagai lagu kebangsaan Britpop. Saya sendiri lebih suka Disco 2000 karena liriknya yang lucu tapi sebenarnya menyedihkan. Melodinya sendiri gampang melekat di ingatan dengan kata-kata... year 2000-nya.

THE VERVE - BITTERSWEET SYMPHONY




Intro lagu ini sudah membuat pendengarnya terlena dan secara instan menyukainya. Pas sekali hook yang dibuat di awal untuk mengikat calon penikmat lagunya. Grup sekelas Moby dan Limp Bizkit membuat versi sendiri atas lagu ini, dan memasukkannya ke dalam album mereka. Noel Gallagher dari Oasis bahkan membawakan lagu ini dalam beberapa kesempatan. Salah satu film yang cukup iconic di tahun 90an, Cruel Intentions, menjadikan lagu ini sebagai closing song.

Tidak heran apabila semua pencapaian yang didapat lagu ini membawanya mengantar The Verve meraih nominasi Grammy. Tahun 1999, Bittersweet Symphony dinominasikan sebagai Best Rock Song di Grammy Awards. Sayang, saat itu kedigdayaan RHCP dengan Scar Tissue mengalahkan mereka. 

OASIS - DON'T LOOK BACK IN ANGER


Sungguh bukan satu kesengajaan apabila Oasis muncul terakhir. Walaupun tidak pernah dinobatkan secara langsung, menurut saya Oasis adalah pemimpin pergerakan invasi kedua ini. Media kenamaan The Telegraph bahkan menuliskan artikel yang cukup komprehensif terkait dampak Oasis terhadap dunia musik Inggris terutama di tahun 90an, seperti tertulis di sini.

Oasis juga cinta pertama saya terhadap Britpop. What's the story (morning glory) adalah salah satu album terlecek yang saya miliki, saking seringnya cover albumnya saya buka-buka buat dibaca-baca liriknya. Sama seperti Blur, susah sekali bagi saya menentukan lagu dari grup ini untuk dimunculkan. Ada begitu banyak favorit selain lagu ini, mulai dari Wonderwall, Champagne Supernova (yang musik videonya lama banget, sampai kalau lagi nonton terus kebelet pipis, nahannya lama sangat huhu), Roll with It atau Stand by Me.

Grup ini juara karena kejeniusan dua bersaudara Gallagher yang suka saling berseteru. Saat mereka sedikit akrab, karya luar biasa akan keluar dari mereka, seperti Wonderwall contohnya. Wonderwall diungkap sebagai salah satu karya musik terbaik dari era 90an. Albarn bahkan pernah mengungkapkan penyesalannya kenapa tidak menulis lagu ini terlebih dahulu. Pernyataan yang aneh, namun mengingat rivalitas kedua band besar ini di tahun 90an, nampaknya cukup dapat dipahami psy war yang mereka lakukan satu sama lain.

Kenapa akhirnya saya memilih lagu ini? Simpel. Noel adalah vokalis utama lagu ini, menggantikan saudaranya yang sejatinya adalah sang vokalis utama grup. Noel adalah personil favorit saya dan otak utama Oasis. Kalau Noel nyanyi, Liam ngapain dong? Duduk manis saja tebar pesona macem Ahmad Dhani di masa kejayaan.

***

Jadi, itulah sekelebat ingatan saya akan Britpop. Masih banyak lagi sebenarnya grup yang mengingatkan saya akan kejayaan Britpop di era 90an. Misalnya saja Texas, Kula Shaker, The Stone Roses, Ocean Colour Scene, Catatonia atau Placebo. Kula Shaker terutama, cukup menarik untuk dibahas karena pengaruh musik Indianya sangat kental dalam karya mereka. Duh, makin panjang aja nanti ini tulisan kalau semuanya dibahas haha.

Kalau kamu, apa lagu kesukaan dari musisi UK era 90an?

Wednesday, April 18, 2018

90s BATTLE: KOMIK JEPANG TAK TERLUPAKAN



Era 90an tak lengkap tanpa buku komik Jepang keluaran Elex Media Komputindo!
Bukan pesan sponsor apalagi sisipan yaa, tapi memang begitulah adanya.

Balik lagi dengan posting mingguan Back to the 90s Battle kolaborasi bareng Mamah Merah. Cerita Winda bisa ditemukan di sini.

Setelah panjang lebar ngobrolin topik pertama yang bakal diangkat, akhirnya kami berdua sepakat ngomongin komik. Selera kami yang bertentangan sempat bikin galau mau angkat Shoujo atau Shounen Manga. Apa sih perbedaan keduanya, bisa lihat di sini. Secara gamblang, Shoujo adalah manga yang berisikan kisah percintaan atau drama sementara Shounen lebih ke arah action atau comedy. Saya dan Winda adalah dua kutub yang berlawanan dalam selera membaca komik. Saya penikmat Shoujo sejati, sementara Winda pembaca Shounen garis keras. Setelah mufakat, kami pikir lebih enak ngobrolin komik Jepang secara umum saja, biarlah perbedaan kami menjadi cerita yang menarik. tsaahhh.

Setelah tepekur berhari-hari membuat daftar komik Elex favorit, plus diingetin Winda keluarin tulisan segera, akhirnya keluar juga tujuh komik kesukaan saya dari era 90an.

Cuma seperti biasa, karena kesukaan saya banyak ya, susah rasanya harus memilih apabila banyak yang ditawarkan. Jadi, saya bagi dua tulisan ini ke empat komik kesukaan dan tiga Mangakus (penulis komik) kecintaan.

EMPAT KOMIK KESUKAAN

CANDY CANDY

gambar dari sini

Kurang lengkap masa kecil saya tanpa komik ini masuk kedalamnya. Candy-Candy adalah komik pertama yang dibelikan ibu saya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kalau tidak salah ingat, komik Jepang ini juga termasuk salah satu yang pertama masuk ke Indonesia melalui penerbit Elex. Saya ingat baru saja bisa membaca dan komik ini diberikan sebagai alat bantu dalam memperlancar proses membaca saya.

Saya langsung jatuh cinta pada gadis kecil yang ceria ini. Sekilas, saya menemukan banyak kesamaan dengannya; misalnya saja rambut keriting, memiliki wajah yang tidak mulus serta tubuh pendek. Haha. Kisah kehidupan Candy tidak seriang pembawaannya, cukup banyak lika-liku kehidupan yang harus ditempuhnya sebelum sampai di akhir cerita. Cerita versi manga dan anime sedikit berbeda, dapat ditemukan di sini untuk lebih lengkapnya, warning: spoilers banget yaa link tadi, lengkap soalnya diceritain. Haha.

Hal yang paling berkesan untuk saya adalah ending cerita ini yang sederhana, tidak klise seperti kebanyakan shoujo manga lainnya. Kombinasi berbagai macam karakter dalam cerita juga sungguh memberi warna yang menarik. Pembaca seakan dapat memilih karakter mana yang lebih cocok dengan dirinya. Anthony, Susanna dan Annie yang manis, Archie yang iseng, Stea dan Patty yang pintar dan bijak atau Terry yang bad boy sekali.

Sebagai penutup, closing theme anime-nya cocok membawa kita semakin jauh kembali ke tahun 90an nih. Siapa yang masih ingat liriknya?



MARI-CHAN


gambar dari sini

Apakah Ibu saya memang romantic at heart atau bisa membaca selera anaknya, saya tidak pernah tahu. Namun buku komik kedua yang saya dapatkan dari Ibu saya adalah Mari-Chan. Tepatnya, serial pertamanya: Happy Mari-Chan. Another komik yang cewek banget ceritanya. Saya menyukai balet karena serial ini. 

Mari Chan ini banyaaaak banget serinya. Walaupun di semua seri, tokoh utamanya sama saja gambarnya semua haha. Biasanya ada tiga tokoh utama, satu wanita dan dua pria. Ketiganya sama persis gambarnya, terkadang yang berbeda hanya model rambut si tokoh wanita. Hal ini suka bikin bingung untuk yang kali pertama baca Mari-Chan. Dipikirnya semua serial Mari Chan itu bersambung, padahal ceritanya beda-beda dengan nama tokoh yang berbeda pula, kecuali si tokoh utama yang bernama Mari. Selain gambar tokoh yang sama, hal yang menyatukan semua serial ini adalah Balet. Kisahnya berputar pada Mari, si tokoh utama, yang ingin menggapai impiannya menjadi balerina profesional.

Secara umum, serial Mari-Chan yang beredar di Indonesia ada lima: Happy Mari-Chan (7 buku),  Lovely Mari-Chan (7 buku), Bintangnya Cinta (7 buku), Silver-toe Shoes (6 buku), dan Nyanyian Angsa (4 buku). Saya sendiri hanya punya tiga di antaranya, sekarang pun entah ada dimana keberadaannya. Rindu sekali rasanya menyelami kegiatan para balerina ini. Melihat perjuangan mereka agar diterima masuk ke Royal Ballet School, berlatih keras melakukan putaran sempurna untuk lakon Black Swan atau ikut-ikutan mempelajari tujuh pose berdiri standar dalam balet seperti ini.

Nostalgia semua cover komik seri Mari-Chan dapat ditemukan di sini.

ROSE OF VERSAILLES

gambar dari sini
Komik ini mencuri perhatian saya karena ceritanya yang unik, menggabungkan sejarah dan keindahan Perancis serta kisah fiktif yang menarik. Gambaran ceritanya seperti apa dapat dilihat di sini dan sini. Saking serunya, manga ini telah diterjemahkan dalam versi anime dan film. Walaupun terus terang, gambar di komiknya jauh lebih indah.

Rose of Versailles membuat saya menyukai Marie Antoinette dengan segala kepribadiannya yang kompleks. Komik ini menceritakan Marie dari sisi berbeda yang ditampilkan ke ruang publik pada umumnya, seperti masa kecilnya, pilihan hidupnya yang terbatas serta kesehariannya dalam lingkup kerajaan. Semua hal tersebut membentuknya menjadi Marie Antoinette yang kita kenal. Mengetahui akhir cerita ini sesuai sejarah, sempat membuat saya tidak tega membaca buku terakhirnya. Kesian sama Marie duluan, haha. 

Berkat komik ini pula, saya memiliki impian untuk dapat mengunjungi Istana Versailles. Keinginan tersebut terwujud di tahun 2015 lalu.

in front of the palace 
inside the palace
ini postingan rada riya' dikit sih emang. maap.

 DORAEMON


gambar dari sini
Komik 90an tentu tak lengkap rasanya tanpa si ikon kucing cerewet ini. Selain komiknya, anime-nya juga menemani anak-anak generasi 90an menghabiskan minggu paginya. Saya selalu ingat membaca komik ini belum jua kelas 4 SD, sampai saya lewat kelas 4, Nobita masih saja duduk di kelas yang sama. Hahahaha.

Saya dan adik saya mengoleksi semua buku Doraemon yang puluhan itu. Komiknya sendiri menurut saya sangat rapi digambar dan runut, mudah bagi pembaca untuk mengikuti alur ceritanya. Saya bisa membaca komik ini berkali-kali dan berharap memiliki teman seperti Doraemon yang bisa mengeluarkan berbagai macam alat ajaib, atau setidaknya punya mesin waktu di laci meja belajar saya. Lol.

Latar belakang pembuatan cerita ini, dapat ditemukan di sini. Fujiko F Fujio, mangakus penciptanya, menurut saya seorang yang sangat mencintai dunia anak-anak. Ia mampu menyelami alam pikiran anak-anak dan menciptakan cerita yang merangsang daya imajinasi untuk berkembang dengan baik.

Sebagai penggemar Doraemon, mengunjungi museum Fujiko F Fujio tentu satu impian semua orang yang jatuh hati pada kucing tanpa telinga ini. Melalui museum ini, Fujiko mampu menyulap kota kecil Kawasaki menjadi kota Doraemon. Walaupun jelas museum ini berdiri untuk mengabadikan semua karya Fujiko F Fujio, memorabilia Doraemon tetap memakan tempat paling besar. Bahkan, salah satu angkutan umum setempat pun dilukis dengan tokoh-tokoh dari manga ini. Saya sempat mengunjunginya di awal 2015 lalu. Nyempil lagi postingan riya'

pintu ajaib dambaan orang Jakarta demi menghindari macet
lucu bangeet bis yang akan mengantar kita ke Museum Fujiko F. Fujio. Interior dalemnya pun full Doraemon-ish

Biar ga sebel-sebel banget, lol, kita nyanyi bareng aja yuks.




***

Nah, lepas dari komik kesukaan, kita masuk ke tiga mangakus kesukaan saya. Susah banget memilih cerita favorit dari ketiga orang ini. Semua karya mereka, saya suka.

TIGA MANGAKUS KESUKAAN

YUKARI KAWACHI

gambar dari sini
Saya suka banget dengan karya-karyanya Yukari. Semua wanitanya cantik-cantik dan tokoh prianya juga cakep luar biasa. Yukari mampu membuat cerita yang bikin emosi pembaca diperas habis-habisan. Secara umum, dibandingkan cerita komik Jepang di tahun 90an lainnya yang lebih ke arah percintaan innocent, cerita Yukari lebih dewasa. Ia banyak menuliskan mengenai kisah percintaan dewasa awal saat meniti karir atau malah ibu muda yang berjuang dengan status barunya.

Lengkapnya karya-karya Yukari dapat dilihat pada laman Goodreads berikut. Beberapa serial yang beredar di Indonesia seperti di bawah ini:

gambar dari sini
Setelah memilih dengan segenap jiwa raga, kesukaan saya adalah My Best Rival is My Best Friend, rating-nya di Goodreads sebesar 3.33. Ceritanya simpel tentang persaingan dua sahabat dalam meniti karir sebagai komikus kawakan, sekaligus jatuh cinta pada editor yang sama. Nampaknya sih, cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi Yukari sendiri. Haha.

YUU ASAGIRI


gambar dari sini
Ingat komik serial Panic?
Kisah tentang gadis muda yang memiliki telinga rubah ini adalah karya Yuu Asagiri paling fenomenal. Selain Panic, kisah penyihir buangan di dunia manusia, Min Min, juga karya lain Yuu yang cukup terkenal. Yuu Asagiri memang jempolan dalam membuat cerita berlatar belakang fantasi.

Karya-karya lainnya secara lengkap dapat dilihat di sini dan sini. Beberapa karyanya yang masuk Indonesia adalah sebagai berikut:

gambar dari sini
Terlepas dari niche Yuu yaitu fantasi, saya lebih menyukai kisah-kisah sederhananya. Favorit saya adalah Kakakku Sayang. Judulnya emang malesin banget ya lol. Situs ini memberikan sinopsis singkat mengenai ceritanya:
Serial cantik ini mengisahkan tentang Tsukiko, seorang cewek 16 tahun, yang harus menghadapi kenyataan kalau orang yang sangat dia sukai, Kou, adalah adik tirinya. Ibunya menikah lagi dengan ayah Kou. Hidup Tsukiko menjadi indah sekaligus bencana. Dan makin lama dia makin menyadari kalau dia sangat mencintai Kou. Kou juga sedikit demi sedikit makin menyukai Tsukiko. Ketika Tsukiko memutuskan menjadi model, Kou tidak menyetujuinya karena Tsukiko akan dipotret bersama model cowok. Mereka pacaran secara rahasia.
Cerita percintaan favorit saya emang ga jauh-jauh dari kisah pasif-agresif antara dua tokoh utamanya. haha.

KYOKO HIKAWA


gambar dari sini
Mangakus terakhir kesukaan saya adalah Kyoko Hikawa. Kyoko boleh dibilang salah satu mangakus terkenal dan memiliki banyak karya hits. Karya terbesarnya adalah Dunia Mimpi. Sepertinya hampir semua penggemar komik Jepang pernah mendengar manga ini, walau mungkin belum pernah membacanya, seperti saya.

Karya-karya Kyoko lainnya, selain Dunia Mimpi, bisa dilihat di sini. Selain Dunia Mimpi, ia juga terkenal dengan karyanya akan kisah cinta Chizumi dan Fujiomi. Kisah keduanya dapat ditemukan dalam trilogi Angin Musim Gugur, Pastel Mood dan Golden Book. Kalau bisa akses situs Mangafox, beberapa scan karya Kyoko dapat ditemukan disana.

Berikut beberapa judul yang beredar di Indonesia:

gambar dari sini
Favorit saya? GIRLS
Cerita komik ini sungguh komedi. Goodreads memberikan rating 3,97.
Kisahnya adalah tentang persahabatan tiga gadis bernama Chika, Tomomi dan Kaede. Ketiganya memiliki perangai yang berbeda, ada yang tomboi, tulalit dan sabar. Satu yang paling membekas untuk saya adalah permainan kata-kata Kaede yang sungguh lucu, terutama dalam menentukan tempat makan atau judul film yang akan ditonton. Sifat Chika yang tidak sabaran menjadi satu bentrokan meriah dengan Kaede. Mustahil tidak tertawa, atau setidaknya menyunggingkan senyum, saat membaca komik ini.


Nah, itu dia semua komik-komik Jepang kesukaan saya dari tahun 90an. Bikin pengen koleksi komik lagi ya.
Ada yang memiliki selera yang sama kah?